Cintaku Diatas Kuda Besi

Lihatlah di kota besar ketika malam libur tiba, para pemuda-pemudi asyik mengelilingi jalan raya sembari berpeluk mesra diatas tunggangan istimewa sang pria. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa tunggangan istimewa tersebut kini mudah didapat, bayangkan hanya dengan dana Rp. 200.000 seseorang telah dapat membawa pulang motor kedalam rumahnya.

Sepeda motor kini, merupakan jumlah populasi terbanyak di Jakarta, ketika pemerintah daerah tersebut sudah kesulitan mengatasi kemacetan yang semakin runyam dengan tambahan pembangunan disana-sini, maka warga masyarakat pun menjadikan sepeda motor sebagai alternatif pilihan.

Bukan hanya para pekerja lho yang pake sepeda motor sebagai alternatif pilihan, tapi para pemuda juga melakukan aksi yang sama dengan motor kesayangannya demi mengajak jalan sang kekasih tercinta. Sepeda motor dirasa lebih aman dibandingkan dengan mobil. Bahkan terlihat lebih privasi dibanding angkot alias angkutan kota.

Dengan sepeda motor, kawula muda lebih ekspresif dalam menyalurkan kebolehannya, kebolehan dalam memacu adrenalin agar sang kekasih memeluk erat pinggang saking ngebutnya kendaraan, hingga kebolehan dalam memodifikasi motor agar sokbreker belakang lebih tinggi sehingga sang kekasih pujaan bisa lebih erat dalam mendekap atau ibaratnya tubuhnya yang mbonceng dengan pembonceng lebih menyatu dan menempel semua anggota tubuhnya, atau kebolehan mengeraskan suara dengan menjebol knalpot motor biar makin sangar dan gahar agar suara sepasang merpati yang diatas motor tak terdengar ketika berbicara rahasia.

Itulah realita dan sulit untuk menutup mata, salah motornya memang kenapa didesain seperti itu. Tak ada yang salah dengan orangnya, karena memarahi orangnya pun bakalan percuma dan sia-sia. Lebih baik menyalahkan motor, sebab jika motor dimarahi. Ia tidak akan membantah perkataan yang memarahi, tetapi motor akan tetap diam seribu bahasa tanpa melawan. Berbeda dengan manusia, mereka selalu berusaha untuk membantah perlakuan yang diberikan jika ia tidak bersedia dituduh dengan hal semacam itu. Bahkan terkadang akan lebih ngeyel dibanding yang menasehatinya.

Banyak alasan yang berbeda, pada awalnya mereka yang masih berseragam dibelikan kendaraan oleh ortunya adalah untuk kebaikan. Agar dapat lebih cepat sampai ke tempat menuntut pendidikan. Fasilitas telah disediakan oleh ortu dengan sangat memadai, tapi tak jarang fasilitas tersebut disalah gunakan. Karena godaan dengan janji kenikmatan lebih banyak dan enak dibandingkan dengan pengabdian yang seharusnya diberikan.

Itulah dilema kota besar, satu sisi masyarakat serempak berkata menolak kenaikan harga, tapi disisi lain jarang yang berfikir bahwa anak-anak mereka lebih berada di ujung bahaya ketimbang menggerutu kenaikan harga. Membawa pergi anak orang lain kesana-kemari. Mengitari bumi layaknya tak pernah tahu kata henti. Sebentar singgah di sebuah rumah makan dengan dana subsidi ortu, besok malam jalan ke Mall hanya untuk sekedar ngadem di ruangan AC karena dirumahnya hanya memiliki kipas angin, pekan depan ngatur janji buat wakuncar nonton bioskop. Dan akhirnya terjadilah perbuatan tanpa disadari tak dikehendaki. Jadi, jangan salahkan orangnya tapi salahkan motornya. Sebab dengan adanya motor para pemuda yang sedang mabuk cinta bebas melanglang buana. Asal tahu kawan bahwasanya jembatan fly over pun di tiap malam kini jadi ajang pacaran!

Susah memang untuk melarang tapi akan sangat sulit lagi untuk mengekang. Para pemuda-pemudi layaknya jagoan yang harus bebas, mereka bukan anak kecil lagi. Sekalipun kini anak kecil usia SD pun sudah bisa bawa motor sendiri.

Salah motornya bukan salah orangnya!

Iklan

2 pemikiran pada “Cintaku Diatas Kuda Besi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s