Karena Ia, Kita Berharga

Dari Abu Hurairah radhiyallohu’anhu dikisahkan, Rasululloh Shalallohu’Alaihi Wassalam pernah ditanya oleh seseorang yang ketika itu datang kepada beliau, “Ya Rosululloh..siapakah manusia yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari ku?”. Dan Rosululloh menjawab, “Ibumu…”. Orang tersebut kemudian bertanya lagi, “Siapa lagi ya Rosul?”. Rosul menjawab, “Ibumu..”. “Kemudian siapa lagi ya Rosul?”. “Ibumu….”. “Lalu siapa lagi..?”. “Ayahmu….dan kemudian saudara-saudarmu…”

Ibu..Bunda..Mama..Emak..Ummi… Siapapun kita memanggilnya…mereka adalah pahlawan kita!! Dan sungguh.. Islam telah memuliakan seorang wanita tangguh bernama ibu..yang namanya telah disebutkan oleh Rosulullah Shallallohu’Alaihi Wassalam dalam hadist tersebut diatas…

Ibu…. Tak pernah terhitung, berapa kali nama itu (dan penyebutan lainnya) disebut, dalam hitungan detik, menit, jam bahkan hari diseluruh sudut bumi ini. Nama yang menetramkan setiap kali disebut manakala hati dan jiwa kita merasa galau.. Nama yang membuat rindu manakala kita jauh darinya…. Nama yang akan selalu ada dan tinggal di hati kita….

Wajahnya yang teduh..suara yang lembut…sentuhan yang menghangatkan…nasehat yang menguatkan…dan senyuman yang menenangkan…. Sungguh… semua yang ada didalam diri beliau tidak akan pernah tergantikan oleh sosok manusia manapun atau bahkan tambatan hati kita sekalipun.

Sungguh.. Islam adalah agama yang sempurna. Salah satu bentuk kesempurnannya adalah dengan adanya pengaturan bagaimana seorang anak bermuamalah dengan kedua orangtuanya. Berbakti, mengabdi, dan berbuat baik kepada mereka berdua adalah suatu kewajiban yang mungkin saat ini telah luntur dalam ingatan anak-anak atau bahkan telah dilupakan seiring kemajuan jaman??

Dan ingatlah firman ALLOH di dalam surat Luqman ayat 14 :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya…..”

ALLOH Azza Wa’Jalla telah memberitakan  secara jelas dan tegas bahwa setiap manusia pada umumnya, dan setiap anak pada khususnya wajib berbuat baik kepada setiap orangtua, kepada ibu-bapak mereka. Adapun kewajiban berbuat baik disini adalah meliputi semua perkara-perkara kebaikan baik ucapan maupun perbuatan secara maknai maupun nyata (Birul Walidain). Dan tentunya, kewajiban dalam perkara ini tidak bertentangan dengan perintah ALLOH.

Adapun hadist yang menjelaskan bagaimana kedudukan dan keutamaan  birul walidain yakni, Dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallohu’anhu, Rasululloh Shallallohu’Alaihi Wassalam pernah ditanya, “ya Rosul..Amalan apakah yang paling dicintai oleh ALLOH?”. Dan  Beliau menjawab : “ Shalat tepat pada waktunya..”. Kemudian beliau ditanya lagi,“ Lalu apalagi ya Rosul?” Rosul menjawab : “ Birul Walidain…”. Dan beliaupun ditanya kembali, “Kemudian apa ya Rosul?”. Beliaupun menjawab: “ Jihad Fi Shabilillah..”

Dan lihatlah wahai ikhwah fillah…bagaimana kedudukan dari birul walidain itu. Baginda Nabi menempatkan perkara itu setelah shalat dan sebelum jihad!!

Mengapa? Karena shalat adalah hak ALLOH atas hambaNya dan itu merupakan kewajiban yang utama bagi seorang hamba. Adapun birul walidain itu memiliki keutamaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jihad fi sabilillah, karena itulah Rosul menempataknnya diatas jihad. Bila Rosul tidak mengetahui keutamaan yang jauh lebih tinggi dan juga istimewa tentang birul walidain, tentu beliau akan menyebutkan perkara jihad terlebih dahulu  dibandingkan perkara birul walidain (karena jihad bagi kaum muslimin memiliki keutamaan yang sangat besar). Sungguh…segala perkataan Rosulullah adalah benar!

Tanpa kita sadari, ada perkara “mudah” dan mungkin sering kita lalaikan padahal perkara itu bisa mengatarkan kita semua pada suatu keutamaan dan juga kemulian. Keutamaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jihad  yang mungkin bagi kita (kaum muslimah tentunya tidak bisa mendapatkannya)

Ya..birul walidain..berbuat baik kepada kedua orang tua kita sepanjang hayat kita… Subhanallah…..nikmat yang senantiasa terlupakan…..

Terkait dengan perkara berbuat baik kepada kedua orangtua kita, Rasululloh telah memberikan contoh kepada kita semua, bagaimana kita berbuat baik kepada ke-2 orangtua kita. Telah disebutkan pada hadist pertama di atas..bahwa yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari seorang anak adalah orangtuanya, dimana ibu memliliki kedudukan yang 3x jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ayah!

Lalu mengapa Rosulullah menyebut nama IBU sampai 3 kali?? Sementara ayah dan saudara-saudara itu disebut 1 kali dan penyebutannya setelah ibu??

Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah  diatas telah memberikan gambaran pada kita bahwa seorang ibu yang mana memiliki keistimewaan luar biasa ini dimuliakan dengan semulia-mulianya manusia yang lain.

Adapun mengapa Rosul menyebutkan sampai 3 kali, hal ini terkait oleh 3 perkara yang mendasari yakni,

1.   Karena Ibu yang mengandung kita selama 9 bulan 10 hari..

Telah disebutkan di dalam Al Qur’an dalam surat Luqman ayat 14 :

“ Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada  kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu..”

Telah terang didalam firman ALLOH diatas, bagaimana  ALLOH melukiskan kondisi seorang wanita ketika mengandung anak-anaknya. Diatas kelemahan dan kepayahan (walaupun kondisi seorang wanita satu dengan yang lain itu berbeda-beda).Seorang ibu tetap berjuang untuk merawat dan menjaga benih yang ada di dalam rahimnya.

Ketika setetes mani telah berhasil membuahi sebuah ovum, maka atas ijinNya dalam waktu singkat terjadilah berbagai fase dari proses pembentukan manusia. Fase-fase itulah akan menimbulkan kondisi yang jauh berbeda bagi seoranng wanita. Dimulai dengan perubahan kadar hormonal tubuh, kondisi fisik dan kondisi psikologisnya.

Adanya perubahan kadar hormonal tubuh, dimana nantinya plasenta si janin akan mengeluarkan suatu hormon bernama HCG (Human Corionic  Gonadotropin) yang kadarnya akan meningkat diawal-awal kehamilan. Lalu apa akibatnya dari peningkatan kormon ini? Morning Sickness atau yang lebih familiar adalah mual dan muntah di pagi hari. Mengapa demikian? Karena diduga hormone hCG ini merangsang pusat mual dan muntah di chemoreceptor trigger zone (CTZ) di hipotalamus (bagian pada otak). Adanya perangsangan inilah yang membuat ibu-ibu yang tengah hamil muda cenderung merasakan mual yang amat sangat, tiap kali makan akan dimuntahkan kembali, hingga mereka merasakan kepayahan dan kelemahan. Bahkan mungkin, karena makanan tidak dapat masuk sama sekali melalui mulut, sang ibu dengan ikhlas merelakan sebuah jarum infus menembus venanya dan sungguh hal ini merupakan sebagian bentuk cintanya kepada calon anaknya… Subhanallah….

Belumlah cukup rasa kelemahan fisik yang dirasakan oleh si ibu akibat perubahan kadar hormonal itu, ditambah lagi dengan kelemahan psikologisnya. Kondisi psikologis seorang wanita yang tengah hamil, sedikit banyak akan berubah berubah. Mungkin si ibu menjadi lebih sensitive, lebih sabar, lebih manja, lebih gampang marah, lebih gampang meneteskan air mata, atau bahkan lebih ‘aneh’ karena ngidam?? Wallohu’alam….

Dan semakin bertambah usia kehamilannya, semakin berat pula “beban” yang harus ditanggungnya. Membawa buah cinta kemanapun beliau pergi. menjaganya dengan penuh kehati-hatian, merelakan malam-malamnya dengan “kenyamanan ala kadarnya” karena sulitnya mengatur posisi tidur. Tengkurap tidak bisa, miring ke kanan atau kekiri akan terasa capek, terlentang tidak nyaman. Belum lagi ketika sedang sedikit terlelap, tiba-tiba sang jagoan kecil menyapanya dengan sentuhan-sentuhan yang mengejutkan, berputar-putar mengelilingi “rumahnya” atau dengan tendangan-tendangan yang cukup membuat sang ibu menahan sakit.Tapi, apakah mereka protes? Tidak!!

Mereka akan tersenyum dan menyentuh dengan penuh cinta sang buah hati dan mengajaknya berkomunikasi…dalam kelelahan…mereka masih tersenyum bahagia… Subhanallah….

Masa-masa sulit itu belumlah berakhir wahai saudaraku… Ketika harinya telah tiba… disaat sang bayi meminta untuk dilahirkan kedunia… Dengan sakit yang teramat sangat, beliau memulai perjuangan yang panjang.. Perjuangan dengan taruhan nyawa!!! Dengan segala risiko kelahiran yang telah siap “menunggu” dibelakangnya…prediksi kelahiran yang semula normal..bisa tiba-tiba saja berubah dalam sepersekian second!! Posisi bayi yang sungsang..tekanan darah yang tiba-tba tinggi (eklamsia).. tidak ada tenaga..perdarahan…solusio plasenta ..plasenta akreta ..ketuban pecah dini..semua itu bisa mengancam nyawa si ibu!! Kapanpun bila ALLOH berkendak…

2.   Karena Ibu yang merawat….

Belumlah selesai perjuangan sang ibu…post partum (pasca melahirkan), Ibu harus langsung menyusui, memberikan ASI pertamanya kepada sang buah hati. Apalagi dengan adanya program IMD (inisiasi menyusu dini) ya karena ASI pertama mengandung banyak collostrum dan zat gizi penting lainnya yang sangat berguna dan menjadi “modal” bagi sang buah hati dalam kehidupannya kelak. Bayangkanlah wahai saudaraku..dalam kelelahan pasca melahirkan dengan sisa-sisa tenaga yang ada…beliau masih mempedulikan buah hatinya………Subhanallah…

Tidak hanya menyusui,ibu juga dengan penuh senyum melayani segala kebutuhan sang anak. Dia harus merelakan malam-malamnya untuk terjaga dan menggendong anaknya ketika menangis, menina-bobokan hingga sang anak terlelap kembali, menyusui ketika lapar, mengganti popoknya ketika sang anak kencing dan BAB, memandikannya, juga melakukan hal-hal “kecil” yang menakjubkan bagi si kecil…menyentuhnya dengan penuh cinta!

Belum lagi ketika sang buah hati tiba-tiba jatuh dalam keadaan sakit. Segala rasa gundah, cemas, khawatir, sedih..bercampur jadi satu.. mau makan ndak enak..tidur apalagi?! Anak..anak..dan anak…..!! Itulah yang terpenting baginya….

3.   Seorang Ibu adalah pengasuh  bagi anak-anaknya..

“Rumah adalah madrasah pertama bagi seorang anak..” begitulah bunyi ungkapan kata hikmah serta bijak yang menggambarkan betapa semua dan semula bermuara pada rumah. Bangsa besar dimulai dari bangunan rumah yang besar. Bangunan tersebut bukanlah bangunan rumah dengan pencakar langit atau pengeruk luas bumi. Melainkan fondasi keimanan, saling sinergi yang menyatukan nilai-nilai harmoni.

Madrasah dengan “guru” yang super jenius yang tidak akan pernah dijumpai di madrasah atau sekolah-sekolah favorit lainnya.. Ibu..dialah guru itu. Beliaulah yang pertama mengajari sang buah hati tentang segala sesuatu.  Pelajaran pertama yang hendaknya sang ibu berikan adalah pengajaran mengenai dienNya. Disinilah sang ibu hendaknya pertama mulai mengenalkan anaknya pada ALLOH, Rabb Sang Pencipta. Mengajarkan lafadz ALLOH sambil mengisyaratkan menunjuk ke atas, membiasakan membaca basmallah ketika hendak melakukan sesuatu, juga mengajarkan hal-hal kecil yang nantinya akan diingat si anak sampai besar kelak.

Dan telah terang bagi kita, mengapa Rosululloh menyebutkan “ibu” pertama kali yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari seorang anak.

Ibu yang pastinya, semua anak mencintainya, menyayanginya, membanggakannya….

Dan detik ini..tenggoklah wanita separuh baya di sudut rumah cinta kita…

Yang sedang asyik menyapu, mengepel, menyuci, memasak, duduk tertidur karena kelelahan… beliau ..yang kita panggil “IBU”

Sudahkah kau menyapanya hari ini? Sudahkah kau melayani keperluannya hari ini?

*catatan juli ’08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s