Manfaat Shalat Bagi Kehidupan Keseharian

Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu kesaksian bahwa tidak ada sembahan yang berhak untuk diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah bagi siapa saja yang mampu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat memiliki kekuatan dahsyat bagi setiap mukmin, untuk kesehatan jasmani maupun kesehatan secara rohani seorang muslim. Hingga seorang Ahmad bin Salim Ba Duwailan memiliki sebuah kutaib (kitab kecil) yang sangat bermanfaat sekali berjudul At Tadawi bii As Shalah. Disana beliau mengemukakan tentang pengaruhnya shalat atas kesehatan pribadi dan masyarakat muslim. Panjang lebar dengan dalil ilmiah dan penjelasan pakar kesehatan yang menakjubkan menjadikan buku tersebut menarik untuk dinikmati. Shalat secara bahasa bermakna doa atau mendoakan kebaikan, sedangkan secara makna adalah perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan khusus yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Shalat apabila dikerjakan dengan baik dan benar, yakni dilaksanakan sesuai dengan keikhlasan kepada Allah serta sesuai dengan tatacara yang diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (QS. Al Baqarah : 45). Shalat merupakan penyejuk jiwa bagi seorang muslim, sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan dijadikan penyejuk hatiku dalam shalat.” (HR. Nasai dan Ahmad). Atau dalam sabdanya yang lain, Nabi pernah berkata kepada Bilal bin Rabah “Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Shalat adalah sebuah energy bagi yang mengetahui substansi dengan baik. Shalat adalah puncak keimanan setiap hamba, sebab di dalam shalat meliputi berbagai macam ta’abbud ilallah (peribadahan kepada Allah), dalam shalat terdapat doa, terdapat tasbih, takbir, dan sujud. Semua bentuk penghormatan kepada Allah pun terdapat dalam shalat.

Maka benar apa yang dikatakan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khairil Ibaad, apabila seseorang melaksanakan shalat dengan khusyu (ikhlas dan mengikuti Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam), “Shalat adalah penahan diri dari perbuatan dosa, pemicu penawar-penawar hati, pengusir penyakit dari tubuh, pemberi cahaya bagi hati, pemberi cahaya bagi wajah, pemberi kesenangan bagi ruh dan jiwa, penyebab datangnya rizki, pencegah kedhaliman, penolong orang yang teraniaya, penumpas campur tangan hawa nafsu, pemelihara nikmat, peredam angkara murka, penyebab turunnya rahmat, pemupus kesusahan, penjaga bagi kesehatan, penggembira bagi jiwa, pelenyap kemalasan, pemanjang kekuatan, pelapang dada, pengisi nutrisi bagi ruh, penyebab datangnya berkah, penjauh dari syaithan, dan pendekat kepada Ar Rahman.”

Seorang hamba yang tahu diri adalah tahu untuk apa ia diciptakan, shalat adalah nilai terbesar dan memiliki keagungan dalam pelaksanaanya. Seorang hamba lebih membutuhkan RabbNya sebagaimana firman Allah “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha : 14), sehingga shalat itu akan memberikan manfaat kepada dirinya baik dunia maupun akhirat. Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi mengatakan dalam Makanatus Shalah fil Islam wa Atsaruhat ialah sesungguhnya shalat merupakan perkara yang agung dalam Islam, dan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala, di sisi Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yaitu merupakan rukun kedua dari rukun Islam setelah dua kalimat syahadat. Bagaimana tidak, disebabkan pentingnya shalat, Nabi kita telah memerintahkan kepada ummatnya untuk mengajarkan shalat kepada anak-anak sejak dini dengan ucapan, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukulah mereka untuk shalat ketika berumur sepuluh tahun.” (HR. Tirmidzi).

Shalat pun memiliki energi yang luar biasa bagi yang mengerjakannya ditengah-tengah masyarakat. Mereka yang shalat dengan khusyu akan menjaga seseorang untuk senantiasa berada diatas akhlak mulia. Shalat yang dilakukan dengan benar tentunya akan berimplikasi pada kehidupan sehari-hari sesorang muslim seperti perkataan Ibnul Qayyim diatas tadi. Maka, betapa meruginya mereka yang tidak shalat seperti sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Amalan pertama seorang hamba yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat, jika baik shalatnya maka baik pula seluruh amalannya. Namun jika buruk (rusak) shalatnya maka rusak pula seluruh amalannya.” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Ausath dan di shahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib), betapa ingkarnya ia terhadap kewajiban Allah Ta’ala. Ia diperintahkan untuk sholat akan tetapi ia tidak mengerjakannya. “Sesungguhnya batas pemisah antara kami dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan sungguh dia telah kafir.” (HR. Al Hakim). Juga adanya sebuah ancaman dari sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bagi mereka yang tidak mengerjakan shalat, “Janganlah kamu meninggalkan shalat dengan sengaja. Karena sesungguhnya siapa saja yang meninggalkan dengan sengaja, maka perlindungan Allah dan Rasulullah telah terlepas diri darinya.” (HR. Ahmad).

Seseorang yang meninggalkan shalat pun mendapatkan ancaman dari Allah dalam firman-Nya, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang tidak mengerjakan shalat.” (QS. Al Mudatsir : 42 – 43).

Maka laksanakanlah shalat wahai saudaraku dengan sebaik-baiknya. Bukankah shalat memang sudah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kita ini. Oleh karena itu kerjakanlah shalat dengan sebaik mungkin. Agar Allah Ta’ala mencintai kita sebagaimana kita mencintai dirinya. Dunia memang manis dan penuh dengan kenikmatan. Akan tetapi kenikmatan semu itu senantiasa menipu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka yang tak shalat. Ia tak punya amal yang patut dibanggakan dari amalan-amalan wajib dari Allah Ta’ala. Wallahu ‘alam bii shawwab. (Abu Usamah di Banyumas, 1 syawwal 1431 H)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s