Darimana Begitu Saja?

Semua sepakat bahwasanya pembicaraan hangat belakangan ini adalah sebuah pembicaraan hebat, pembicaraan besar di banyak media dengan banyak pendapat. Soal konflik timur tengah yang tak reda hingga sekarang. Dunia dikejutkan dengan lemparab sepatu seorang wartawan kepada si arogan, dan kali ini dunia di kejutkan karena si arogan balas dendam tak urun bicara soal konflik Gaza. Terlepas dari semua itu, aksi demo menggulung ombak membabi-buta di tiap negara. Semua menyerukan satu kata walaupun dengan nuansa berbeda. Ada yang berkata itu adalah bagian dari jihad, berkata lainnya hanya sebagai persengketaan masalah tanah Palestina, dan sisi lain lagi berkata kado akhir serta awal tahun bagi dunia.

Tapi, tidaklah saya membahas hal demikian, rumah saya di Multiply ini masih kotor setibanya saya sampai disini. Ada banyak bangku dan meja berdebu, dan kini saya mencoba kembali dengan hasil revitalisasi.

Belum lama semenjak issu konflik mencuat ke hulu genggaman saya, kalian tentu tahu kawan bahwa berita kini sudah berada di genggaman. Tak lain karena dua teman saya yang dalam persepsi adalah awwam dalam hal agama mengirimkan saya sebuah pesan singkat dengan nada sama beberapa hari lalu. Pesan tersebut berbunyi demikian:

“JARKOM-(Univ se-Indo):tlg bacakn Lailahaillallah,allahuakbar & surah Al Ikhlas 3x, utk Masjidil Aqsa yg sdg dikepung olh israel, smskn kpd 10 rekan km. AMANAH”

Demikianlah kiranya pesan tersebut dari dua orang berbeda dengan nada yang sama. Ada banyak perkiraan apakah benar mahasiswa se-Indonesia yang penuh tenaga semangat itu memberikan kabar demikian.

Bagi saya, mengapa bisa beredar sms tersebut, saya pun yakin maksudnya adalah sangat baik namun ketahuilah kawan maksud baik tidak selamanya berasal dari sebab yang benar. Semua mungkin menganggap hal demikian adalah sepele, dalam beberapa gumaman sebagian menjawab, “ah hal seperti itu saja diperpanjang, tak ada gunanya. kalo mau yaa bacakan dan sebarkan jika tidak ya sudah diam, tak perlulah kau panjang kalam hanya karena sms demikian”

Bukan disana letak substansinya kawan, apakah bisa yang kita bacakan itu dapat diterima oleh Allah sedangkan hingga kini belum jelas dasarnya apa ucapan pembacaan tersebut ada,? dan dalil ilmiah mana ucapan demikian dibacakan sehingga bisa berefek kepada Masjidil Aqsa? Sungguh kebaikan kita untuk membela Al Aqsha jangan sampai ternodai oleh sesuatu yang salah. Dan jangan sampai ditengah banyaknya kesalahan tersebut membawa kesalahan lain dan ketidak tahuan dijadikan sebagai dalil ilmiah bernama pembenaran. Yakinlah kawan, kita semua tentunya ingin berdoa yang terbaik bagi saudara kita disana, namun mari jangan nodai niat mulia kita dengan langkah yang salah. Cukuplah menjaga pulsa tersebut dan jangan tempatkan kata-kata amanah dibelakang sms bernada tersebut.

Sungguh, inilah potret yang ada bagi masyarakat kita, yakni mudah larut dalam suasana namun sedikit sekali yang dapat memilahnya mana yang terbaik bagi dirinya. Orde lalu membuktikan betapa mudahnya kita dahulu diperdaya oleh ‘penunggu makam Rasulullah’ dengan kabar ampas kentut manusia-manusia tak mau bertanya dan mudah diperdaya, mengkopi puluhan lembar kertas yang tidak bisa dijelaskan argumentasinya. Semakin maju justru bangsa ini semakin mundur, ya karena majunya tekhnologi ditutup dengan mundurnya nilai kepahaman akan agamanya. Lihat saja di setiap pohon kini yang sudah tidak berbuah manis lagi, melainkan telah berbuah banner peserta pemilu, lihat saja kala tiang listrik menjadi sarana penyangga kayu bendera demokrasi. Sudah semakin cerdas bangsa ini memanfaatkan tempat-tempat yang tidak semestinya. Termasuk sms dengan nada bantuan namun tidak bisa dipertanggung jawabkan. Mari kawan kita belajar, belajar untuk mengetahui, memahami, dan mengamalkannya! Semoga.

Pernah dimuat pada 12 Januari 2009 di:

http://albykazi.multiply.com/journal/item/136/Darimana-Begitu-Saja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s