Menulislah Karena Suatu Kebutuhan

gambar dari: arealchange.com

gambar dari: arealchange.com

Menulislah bukan karena Anda ingin dikomentari atas tulisan tersebut. Menulislah karena anda ingin mengekalkan lantas mengalirkan sebuah emosi dalam jiwa Anda yang bergelayut selama ini. Menulislah tersebab Anda ingin mengurai simpul kerumitan atau kebahagiaan agar dikenal dan dibaca solusinya secara luas dan lugas.

Para ‘ulama di masanya, yang mereka ketahui dan mereka lakukan adalah menuliskan apa yang mereka yakini diatasnya kebenaran. Para ‘ulama sebelum kita ada, mereka telah menulis jauh sebelum hari ini dengan sepenuh jiwa sehingga bisa kita nikmati buah hasil karya mereka hari ini. Maka sudah sepatutnya kita menulis bukan untuk berharap di komentari, kita menulis karena memang kita perlu untuk memutar apa yang terekam sebelumnya. Untuk hari ini dan masa yang akan datang.

Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thabary disebutkan padanya sebuah faedah ilmiyah ketika dia menjelang kematiannya, maka dia meminta diberi tinta dan kertas. Ada yang berkata: “Sekarang di saat yang begini wahai Imam?” Dia menjawab: “Tidak sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk meninggalkan menyalin ilmu sampai dia mati.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s