Islam Bicara Soal Gotong-Royong

gambar dari: flickr.com

gambar dari: flickr.com

Manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersuku-suku, berkelompok-kelompok, berlatar belakang beda satu sama lain, dan memiliki ciri khas satu dengan banyak hal lain. Maka dengan demikian, manusia bukanlah makhluk yang mampu hidup sendiri dan bersifat apatis. Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki nilai-nilai interaksi, mempunyai kemampuan saling beradaptasi, dan kekuatan untuk membangun sebuah sinergi. Manusia adalah makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Saling melengkapi dan hidup penuh dalam nuansa kebersamaan. Pada awalnya manusia dalam persatuan sampai datanglah kebencian sehingga merusak nilai-nilai dan hakikat kedamaian dari tengah-tengah manusia itu sendiri.

Karena manusia merupakan makhluk sosial, maka dibutuhkan rasa kerjasama, tenggangrasa dan saling toleransi juga membantu bahu-membahu satu dengan lainnya. Manusia harus hidup bersama dan bergotong royong untuk mencapai tujuan hidupnya di dunia. Sebab secara umum tujuan kehidupan manusia itu, apapun agamanya, sukunya, kelompoknya, dan perbedaan prinsipil lainnya memiliki satu tujuan yaitu kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.

Maka sudah sepantasnya kita untuk saling bergotong-royong diantara sesame manusia, saling mengajak untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan keburukan sejauh-jauhnya. Menuai maslahat atau kebaikan secara bersama-sama. Islm, tentu telah mengatur hal tersebut dengan indahnya. Seperti apa yang Allah firmankan,

“… dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)

Dalam hal saling gotong-royong dan tolong menolong pada konteks yang ma’ruf sesuai ayat sebelumnya, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga menjabarkan pentingnya gotong-royong untuk membangun kekuatan kaum muslimin dan menegakkan kemuliaan agama Islam pada suatu daerah. Sebab Islam merupakan ajaran penuh dengan kebaikan. Senantiasa mengajarkan berfikir positif dan berusaha untuk berlaku baik terhadap sesama manusia lainnya. Sehingga, tepatlah wasiat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

”Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya” (HR. Muslim).

Selain hadits tersbut, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan pentingnya rasa kebersamaan dan saling tolong menolong,

مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

 ”Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain melakukan kerjasama dan gotong royong pada hal-hal yang diperbolehkan dalam Islam atas sesama muslim, maka Islam juga memperbolehkan pemeluknya untuk bekerjasama atau tolong menolong dalam perkara ma’ruf. Yakni, perkara-perkara tersebut tidak mencederai akidah seorang muslim dan tidak menjatuhkan ia kedalam kendali kemaksiatan. Sehingga gotong-royong dan tolong-menolong terhadap kaum non-muslim juga memiliki batasan tersendiri. Tidak bermudah-mudahan melakukan aktifitas tanpa di dasari oleh ilmu sebelumnya. Dan jadikanlah hal tersebut merupakan ladang dakwah tersendiri bagi orang beriman. Hal ini Allah tegaskan dalam firmannya,

“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah : 6)

Karena Islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Sehingga dalam hal gotong-royong dimana hal tersebut membutuhkan adanya pemeran-pemeran dari agama berbeda, tetap sebagai seorang muslim kita harus berlaku adil terhadap mereka yang non-muslim. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maaidah : 8).

Jadi, Islam Juga Ajak Anda Bermanfaat Bagi Sesama

Gotong royong adalah budaya dari bangsa Indonesia ini, kemerdekaan yang didapatkan adalah hasil ikhtiar serta doa bersama seluruh elemen bangsa. Sehingga tak heran, negara ini adalah miliki rakyat dan generasi akan datang, bukan miliki perorangan sehingga menjadi sebuah kerajaan. Negara ini adalah miliki masyarakat itu sendiri, maka yang membangun negara ini adalah para warga negara di republik ini. Bukan orang lain. Sehingga, sebagai seorang muslim, sebagai jumlah penduduk mayoritas di negeri ini, alangkah baiknya jika kita memulai berbuat baik dan maksimal untuk kelangsungan hidup berbangsa, bernegara, dan beragama.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah : 71)

Gotong royong, tolong menolong, kerjasama telah menjadi warisan pemersatu bangsa. Sejak dulu kegiatan sosial dan amalan shalih di negeri ini tak pernah kering dari pelaku-pelaku yang mengerjakannya. Maka tak heran, Indonesia bisa kuat, bisa di hormati oleh bangsa lain, dan dipandang baik oleh negara tetanga karena kultur masyarakatnya yang senantiasa berusaha menjaga kekokohan dan kekuatan bangsa ini. Gotong royong mempererat dan merekatkan persatuan, dengan adanya saling tolong menolong maka akan terciptalah kasih sayang dan rasa perhatian antar sesama. Jika telah tumbuh rasa kasih sayang dan cinta dengan menafikan kebencian kepada sesame manusia khususnya kaum muslimin, kelak, Allah Ta’ala pun akan menurunkan kecintaannya kepada hamba-hamba tersebut. Inilah yang di sabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

 الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

 “Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit” (HR. Tirmidzi)

Adanya gotong royong menjadi tulang punggung bagi kehidupan negeri ini. Gotong royong menyatukan kemajemukan dalam satu bingkai semangat melanjutkan perjuangan kemerdekaan. Gotong royong adalah warisan luhur yang harus terus menerus untuk dilestarikan. Maka gotong royong dengan demikian menghancurkan semua rasa individualism dalam diri, menjauhkan sikap hidup acuh terhadap lingkungan sekitar, dan tentunya menjadi penguat sendi-sendi berbangsa dan bernegara dalam kacamata kemerdekaan dan masa depan yang lebih baik.

Tentunya kita semua telah paham manfaat gotong royong dan urgensinya dalam membangun bangsa. Islam juga telah mengajarkan hal demikian bahwasanya tidaklah ada perubahan bila tidak ada yang melakukan. Mengerjakan bukan sekedar mengatakan, karena negeri ini membutuhkan orang yang mau bekerja. bukan orang yang pandai berkata namun pekerjaannya penuh cela. Benarlah apa yang Allah firmankan,

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar Ra’d : 11).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s