Peran Pejuang Islam Dalam Kemerdekaan

Gambar dari militaryphotos.net

Gambar dari militaryphotos.net

Puji syukur hendaknya senantiasa dilimpahkan dalam kehidupan seorang muslim setiap saat, karena tentu setiap muslim takkan mampu menghitung apatah lagi membalas nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada dirinya.

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Akan tetapi jika kamu mengingkari niscaya azab Allah sangatlah keras” (QS. Ibrahim: 7).

Nikmat-nikmat yang senantiasa menyertai hari-hari seorang muslim sejak ia kecil hingga di wafatkan, nikmat sejak ia bangun di pagi hari hingga ia tertidur kembali. Kesemua itu tentunya takkan terlepas dari kehendak Allah. Sehingga wajib untuk senantiasa bagi kita memanjatkan puji dan syukur kita setiap saat hanya kepada Rabb yang Maha menggenggam alam semesta beserta isinya. Lantas bagaimana ia mampu untuk menghitungnya? Firman Allah Ta’ala

Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya” (Ibrahim 34)

Shalawat dan salam hanya tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang dengan adanya beliau, kita mampu mengenal Allah dan beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. Dengan cara yang ditunjukkan oleh beliau, dengan aturan yang telah beliau tetapkan, dan dengan perkataan-perkataan beliau yang dapat kita jumpai melalui hadits-hadits yang kita seringkali dengar dan baca hingga hari ini. Sehingga yang demikian semestinya menjadikan kita terbiasa untuk mengucapkan shalawat kepada beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam semata-mata sebagai bentuk apresiasidan penghormatan kita atas diri beliau yang telah bersabar dalam membimbing ummatnya kepada jalan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Mungkin sudah rutin dalam satu tahun sekali, bangsa kita menyelenggarakan perhelatan akbar. Perhelatan memperingati kemerdekaan negerinya, dan hal demikian merupakan sebuah kelaziman di banyak negara-negara yang telah mereguk nikmatnya kemerdekaan. Perlulah diketahui bahwasanya kemerdekaan yang dicapai suatu bangsa bukan hanya semata-mata adanya usaha yang dilakukan oleh bangsa tersebut. Akan tetapi tentu di dalamnya ada kehendak dari Allah subhanahu wa ta’ala, tak terkecuali itu di negara kita tercinta yakni Indonesia.

Oleh sebab itu, seringkali kita dengar, seringkali kita ikuti mungkin, adanya kegiatan-kegiatan yang terjadi pada saat memperingati hari kemerdekaan diisi dengan hal-hal yang positif. Semisal adanya refleksi perjalanan bangsa, adanya malam introspeksi diri atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa ini, atau adanya kegiatan-kegiatan bakti sosial yang bertujuan untuk menjaga agar ruh-ruh perjuangan tetap diteruskan oleh generasi hari ini maupun yang akan datang. Generasi-generasi yang kelak akan memimpin bangsa ini dan meneruskan nilai-nilai pembangunan sebagai langkah terbaik dalam menjaga bangsa ini untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bangsa seperti yang diharapkan oleh founding father atau pendiri negeri ini.karena tidak akan mungkin suatu keadaan dapat menjadi baik kecuali ada usaha yang sungguh-sungguh untuk menjadikan baik keadaan tersebut, firman Allah Ta’ala

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

(QS. Ar Rad : 11)

Jika kita mencermati perjuangan dalam merebut kemerdekaan ini, tentulah hal demikian tidak mudah. Para pejuang bangsa ini telah melakukannya dengan penuh pengorbanan dan segenap upaya. Semata-mata untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan. Mereka mempunyai satu tujuan yakni agar semata-mata bangsa Indonesia terbebas dari belenggu kolonialisme.

Ada Peran Pejuang Islam Dalam Kemerdekaan

Para pejuang di seluruh penjuru tanah air, bersatu bahu-membahu. Mereka merajut ukhuwah dan memupuk semangat perjuangan tanpa kenal menyerah. Sehingga tak sedikit diantara para pejuang tersebut yang memekikkan semangat juang dengan ruh ke-Islaman yang membara di dalam dada. Sebagian pahlawan yang telah gugur dalam melakukan perjuangan tersebut, mengartikan bahwa perjuangan merebut kemerdekaan adalah bagian dari jihad di jalan Allah.

Sungguh, sebagai generasi penerus bangsa hari ini, kita wajib bangga dan senantiasa mengingat jasa pahlawan yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Bangsa yang besar ialah bangsa yang paham akan hakikat penghargaan kepada para pejuang. Para pahlawan tersebut telah membantu kita hari ini menghirup udara segar, yang dengannya kita bisa mendapatkan kebebasan pula utuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

Mereka, para pejuang bangsa ini telah melakukan suatu amal kebaikan yang semoga Allah Ta’ala menerima amal ibadah mereka. Bagaimana tidak? Sebab mereka telah menyatukan seluruh elemen bangsa ini baik secara ekonomi, politik, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat negeri ini.

 “Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 11)

Patut bagi kita untuk mensyukuri kemerdekaan yang telah Allah berikan kepada negeri ini. Karena dengan bersyukur kepada Allah, akan mendatangkan kebaikan bahkan nikmat yang semakin bertambah dan terus menghadirkan berkah tak ada putusnya. Bila nikmat yang hadir kepada diri kita, sekecil apapun saja wajib untuk di syukuri maka tentu dengan kemerdekaan lebih wajib lagi untuk kita syukuri. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

Sikap Kita Terhadap Kemerdekaan

Oleh karena itu sebagai generasi penerus, ada beberapa hal yang wajib kita lakukan utuk senantiasa menjaga nikmat kemerdekaan yang telah Allah berikan kepada kita. Beberapa diantaranya akan kami sebutkan disini dan semoga hal demikian menjadi penyemangat bagi kita dan akan memumpuk rasa kecintaan kita terhadap bangsa sendiri.

Pertama, hendaklah seorang muslim dengan muslim lainnya saling merajut cinta kasih dan rasa perdamaian diantara sesama mereka dan diantara sesama anak bangsa lainnya sekalipun berbeda keyakinan dalam batasan-batasan yang tentunya telah diatur sesuai dengan syari’at agama yang mulia ini. Hal ini penting guna mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mempererat simpul-simpul pembangunan agar berjalan terarah sesuai cita-cita kesejahteraan semua pihak. Sebab para pahlawan dahulu, mereka pun satu sama lain saling bahu-membahu demi tercapainya kemerdekaan Indonesia secara paripurna. Yang dengannya akan terajut perdamaian dan rasa saling mengasihi apabila kelak berada dalam satu semangat persatuan. Terlebih lagi semangat persatuan dalam satu keimanan. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam

 “Telah merugi orang yang hatinya tidak dijadikan oleh Allah penuh rasa kasih sayang terhadap orang lain” (HR. Ad Dulabi 1/173, Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqi 2/113/7, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1/819).

Kedua, hendaklah seorang muslim memanfaatkan kemerdekaan yang telah diraih oleh para pendahulu bangsa ini mengisinya dengan aktifitas-aktifitas yang mulia, amal-amal yang penuh kebaikan dan bermanfaat bagi sesama manusia. Melalui upaya saling tolong menolong dan meringankan beban saudaranya apabila ia melihat kesulitan tersebut di depan matanya. Dengannya Allah Ta’ala kelak akan menolong negeri ini dari musibah, malapetaka, dan bahaya yang mungkin kelak akan menimpa bangsa ini. Hal demikian pula ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :

Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Selanjutnya untuk menjadikan bangsa ini lebih baik lagi kedepannya ialah dengan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dalam mengisi kemerdekaan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita. Hal demikian tentunya berupa senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah dan selalu melakukan amalan-amalan ketaatan semata-mata hanya karena Allah. Dengan demikian kelak Allah Ta’ala akan menolong negeri ini dan menjadikan negeri ini berlimpah keberkahan serta kemudahan dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ….dan  barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq : 2-4).

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita untuk senantiasa mampu mensyukuri nikmat yang telah Dia berikan, semoga Allah Ta’ala menghimpun kita semua dalam barisan orang-orang yang pada mereka terhimpun segala amal kebaikan dan menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang senantiasa bersabar serta istiqomah dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s