Bahkan Soal Perekonomian, Islam Pun Punya Jawaban

Sumber: thepeopleofpakistan.wordpress.com

Sumber: thepeopleofpakistan.wordpress.com

Adalah Islam, sebagai agama yang Allah Ta’ala anugerahkan penuh dengan kesempurnaan. Agama yang di dalamnya membangun banyak sendi-sendi kehidupan manusia. Tak ada yang kurang dari ajaran agama ini. Islam mengatur tata kehidupan pemeluknya, sejak ia kecil hingga ia besar, ketika ia akan tidur hingga terbangun lagi, saat seseorang masih sendiri hingga berkeluarga, apakah ia rakyat maupun penguasa, Islam mengatur hal yang demikian tersebut. Dan hal ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kemukakan disaat ia berkhutbah pada pelaksanaan haji yang terakhir beliau atau Haji Wada (perpisahan) dimana tak lama setelah prosesi haji tersebut, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam kembali kepada Allah Ta’ala. Beliau membawakan wahyu yang terakhir-terakhir turun pula yakni

“….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3)

Maka bagaimana hari ini kaum muslimin dapat berlepas dari ajaran yang penuh dengan kesempurnaan sesuai dengan firman Allah Ta’ala tersebut. Sungguh merupakan suatu kerugian dan hal yang sangat disayangkan. Padahal Islam telah mampu menjawab sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Kabar yang cukup menggembirakan justru hadir dari negara-negara non-muslim. Kabar yang seharusnya membuat kita bercermin, bahwasanya mereka yang tak beragama Islam justru menjalani gaya hidup yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin. Kita melihat hari ini di beberapa negara Eropa, geliat munculnya Bank Syariah dengan segala produknya mulai dari mudharabah, murabahah, dan bentuk-bentuk syirkah ta’awuniyah lainnya diadopsi dan muncul subur di negara Barat.

Di benua biru, masyarakat sana sangat menikmati dengan apa yang Islam miliki. Selainadanya Bank Syariah, dimana asas yang dianut adalah kesejahteraan bersama dan juga menguntungkan berbagai phak karena tidak adanya bunga yang merugikan disertai dengan bersihnya kandungan muamalah dalam setiap transaksi. Bahkan, bank-bank konvensional di negeri Eropa, sebagian diantaranya membuka cabang-cabang syariah semata-mata memehi tingginya antusiasme masyarakat sana terhadap system ekonomi yang bersih dan menyenangkan. Seakan mereka telah memahami dan mengetahui ayat Allah yakni dalam QS. An Nisaa : 29

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

Bukan hanya Bank Syariah, muncul pula berbagai semangat untuk mengambil nilai-nilai Islam muncul dari Eropa. Seperti adanya antusiasme terhadap restoran-restoran halal yang kadang dikenal dengan halal corner, munculnya badan-badan koperasi Islami atau yang di dalam Islam dikenal dengan istilah Baitul Maal wa Tamwil, muncul pula gelora untuk mengadopsi tradisi-tradisi pengobatan Islami, serta antusiasme lainnya yang seharusnya membuat kaum muslimin diberbagai belahan dunia yang mayoritas penduduknya adalah muslim agar mengintrospeksi. Hari ini, Islam berkembang di Barat, disana antusiasme terhadap Islam sungguh sangat pesat kemajuannya. Mungkin, bukan tidak mungkin jika cahaya Islam justru terbit dari Barat. Wallahu ‘alam bii shawwab.

Maka sudah sepantasnya kaum muslimin kembali kepada ajaran agamanya. Jika umat dari agama lain merasakan manfaat dari ajaran yang terdapat dalam Islam. Maka bagaimana jika kaum muslimin yang melakukan hal tersebut, tentu akan mendapatkan manfaat besar tak hanya di dunia saja melainkan di akhirat. Apabila kita melakukan kebaikan, kelak kita sebagai muslim akan mendapatkan manfaat yang berlipat ganda. Terlebih perbuatan tersebut dicintai oleh Allah Ta’ala.

Seperti sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melalui jalan Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” (HR. Muslim).

Mari kembali kepada system perekonomian Islam, system ekonomi yang penuh dengan keberkahan dan menghadirkan banyak kebahagiaan bagi banyak pihak. System ekonomi yang takkan pernah merugikan dan mensejahterakan bagi mereka yang mau beristifadah (mengambil manfaat) diatasnya.

Dengan menjalankan system dan roda perkeonomian Islam, maka segala aspek dapat berjalan dengan optimal. Semisal zakat, seperti yang kita ketahui bhawasanya potensi kebaikan yang terkandung dalam nilai zakat sungguh sangat luar biasa hebat. Senadainya yang demikian dapat digalakkan bersama-sama. Terlebih lagi sebagian besar kaum muslimin di Indonesia adalah masyarakat yang terbiasa dengan berbagi. Bukan tidak mungkin, jika potensi zakat dapat berjalan optimal maka harta tidak hanya berputar di tangan orang-orang kaya saja.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadid : 7)

Siapapun yang mengeluarkan hartanya ikhlas karena Allah, kelak Allah akan menggantinya dengan balasan yang lebih besar. Terlebih niat tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi kesulitan yang dialami oleh saudara seimannya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat memberi apresiasi bagi mereka yang mau menafkahkan hartanya di jalan Allah dan membenci mereka yang menahan hartanya hanya karena takut berkurang harta yang dimiliki atau khawatir akan menjadi miskin pula. Bahkan dalam sabda beliau, para malaikat turut mendoakan mereka yang melakukan amal kebaikan.

 “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Kita harus yakin bahwa Islam, adalah agama yang benar di sisi Allah dan selainnya adalah batil Dan kita meyakini, bahwa Islam adalah agama yang telah sempurna. Jika demikian maka sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kembali kepada kehidupan yang sesuai dengan pedoman Al Qur’an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan dua warisan tersebut kelak kita takkan tersesat selamanya baik di dunia maupun di akhirat.

Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya sungguh telah meninggalkan sesuatu kepadamu yang apabila hal itu kamu pegang teguh, tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah dan sunnah Rasulnya.” (HR. Al-Hakim)

Mari kembali kepada system ekonomi penuh dengan kebaikan, dan senantiasa berbuat kebaikan bagi sesama saudara seiman. Sebab dengan demikian Allah kelak akan menyelamatkan Indonesia dengan keamanan serta keberkahan. Mari sama-sama kita menjunjung tinggi ketakwaan kepada Allah dan melakukan kegiatan sehari-hari hanya berharap ridha Allah. Baik itu bekerja, sekolah, maupun berniaga. Jauhilah perbuatan curang dan isilah hari-hari kita dengan terus meningkatkan rasa berbagi kita terhadap sesama.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261)

Semoga Allah tuntun dan mudahkan jalan kita untuk kembali kepada jalan kebenaran. Jalan penuh dengan hidayah dan dikaruniai kebahagiaan di dalamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s