Sebuah Amanah dan Langkah Bersejarah

Sumber : quoteswave.com

Sumber : quoteswave.com

Jauh sebelum tahun ini, saya menuliskan judul serupa pada blog saya sebelumnya di blogdetik (sila klik tulisan) milik saya yang terakhir kali update pada medio 2011 lalu. Maka sejarah kembali berulang, ditempat saya mengabdikan diri dan membaktikan karya selanjutnya, di sebuah jenjang yang lebih tinggi tingkat pendidikan dari yang sebelumnya. Allah menakdirkan saya kembali pegang jabatan yang belum pernah saya pegang sebelumnya. Tapi begitulah takdir, senantiasa datang pada saat kita tidak pernah memperkirakan kehadirannya.

Namun jabatan atau lebih tepatnya amanah yang saya pegang kali ini berbeda dari 2011 lalu. Saat ini saya memegang rekor dengan tugas terbanyak dengan 3 sekaligus aktivitas secara bersama. Pertama saya harus memegang jumlah jam pelajaran terbanyak dengan mata pelajaran yang kompleks yakni Ilmu-ilmu Sosial (Sosiologi, Sejarah, dan Antropologi) disertai dengan pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Kedua saya juga wali kelas di kelas XI IPS, dan Ketiga saya juga diamanahi jabatan baru yang saya terima pada awal bulan April ini yakni sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Alangkah kompelksitasnya tugas, amanah, dan kewajiban yang harus dijalankan secara bersamaan.

3 amanah tersebut harus dijalani dengan 3 kepribadian yang berbeda pula, saat menjadi pengajar tugas saya jelas tentu yakni mendidik siswa dan membagi ilmu yang dimiliki, sebagai seorang wali kelas juga saya bertanggungjawab atas siswa di kelas yang saya pimpin disertai dengan laporan kepada setiap wali muri di akhir semester ataupun tahun pelajaran, sedangkan menjadi wakil kepala sekolah terlebih di bidang kesiswaan maka saya bertanggung jawab kepada atasan saya yakni Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah untuk mengarahkan dan membimbing para siswa agar senantiasa berada diatas track atau rules yang ada.

Namun, begitulah senyatanya kehidupan, kadangkala kita harus belajar bukan dengan pelajaran yang pernah kita dapatkan sebelumnya, melainkan bisa jadi kita belajar berdasarkan seiring sejalannya tugas dan amanah yang diemban. Darisana kita akan terus mencoba dan mengevaluasi, berkesperimen tanpa kenal henti, bereksplorasi sehingga sampai pada batas ekspektasi, dan menggantungkan imajinasi agar mampu mengimbangi fantasi yang bergelayutan di khasanah mimpi.

Maka, begitulah amanah selalu menyesuaikan keadaannya dengan langkah sejarah, takkan pernah terkira sampai kapan kita menghadapinya dan sampai sejenuh apa sesuatu itu membersamai pribadi-pribadi kita. Bagi saya hanya satu hal, selain sebagai sebuah amanah, sebuah tugas itu adalah sebuah tantangan yang mengasah daya karsa dan karya kita untuk memanfaatkan segala modal yang dipunya dalam memperluas manfaat dari modal tersebut. Maka darimana modal itu hadir? Modal hadir saat kita mau untuk belajar dan mempelajari apa yang membuat kita mampu menghadapi tugas yang lambat laun semakin banyak dan usia yang cepat tepat melangkah meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s