Tak Tertutup Kebaikan Seberapa Pun Kita Mengadu

Gambar dari : pixabay.com

Gambar dari : pixabay.com

Berpagi hari para pengais rejeki telah meninggalkan peraduannya untuk menatap hari agar mendapatkan kebaikan yang lebih dibandingkan dengan hari sebelumnya. Mereka hanyut dalam pekerjaan, dalam pendidikan, dan tak sedikit pula hanyut dalam keculasan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sebagaimana kebaikan, selalu ada jalan pula untuk menempuh keburukan.

Maka begitulah manusia, sepanjang hidupnya tak lepas dari senantiasa berdoa kepada Rabbnya, mereka meminta agar dipenuhi segala hajat yang diinginkan dan diharapkan. Sebagian bertawakal dengan pekerjaan yang telah dilaksanakan hampir lebih dari separuh hidupnya, sebagian lagi menjadi pecundang hampir lebih dari seperempat kehidupannya, dan banyak hal lainnya dalam kehidupan manusia yang silih berganti mengisi celah sejarah dalam kehidupan mereka masing-masing.

Tak hanya di dunia, bahkan saat sudah akhir masa pun, manusia tetap senantiasa meminta kepada Rabbnya agar diselamatkan dari keburukan yang padahal bisa jadi keburukan di akhirat tersebut tersebab ia yang melakukannya sendiri. Namun Allah akan senantiasa membentangkan jawaban terhadap apa yang hambanya inginkan, hatta saat seorang hamba terakhir Dia keluarkan dari neraka. Sebagaimana sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Aku tahu seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya, seorang penduduk jannah yang paling akhir masuk ke dalam surga.

Dialah seorang lelaku yang keluar dari neraka dengan keadaan merangkak.

Allah Ta’ala berfirman kepadanya, ‘Pergilah, masuklah engkau ke dalam jannah!’

Lalu ia (lelaki tersebut) mendatangi jannah. Namun dikhayalkan kepadanya bahwa jannah telah penuh.

Maka ia kembali seraya berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku mendapati jannah telah penuh.’

Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah, masuklah engkau ke dalam jannah!’

Sekali lagi ia mendatangi jannah. Namun kembali dikhayalkan bahwa jannah telah penuh.’

Allah berfirman lagi kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam jannah! Sesungguhnya untukmu semisal dunia dan sepuluh kalinya –atau untukmu sepuluh kali dunia-.’

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Laki-laki itu berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olok aku, padahal Engkau adalah Raja?’

(Perawi hadits ini) Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Aku melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai nampak gigi geraham beliau.’

Dan dikatakan bahwa orang itu adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya.” (Selesai hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam).

Manusia senantiasa berada dalam keadaan yang sesuai dengan fitrahnya hingga akhir masa sekalipun terkhusus pada saat penentuan di tempat mana kedudukan akhir dari seluruh kehidupan yang pernah dijalaninya.

Sehingga dengan demikian, potret manusia yang berkeluh-kesah nampaklah sebagai sosok yang senantiasa demikian. Sosok yang saat mendapat keburukan ia adukan kepada sekitarnya termasuk kepada Rabb-nya dan apabila mendapat kenikmatan ia lupa bahkan tak sedikit ia tak menyangkanya atau lebih parahnya lagi ia merasa bahwa apa yang ia dapat dari kesuksesan tersebut hasil jerih payah tanpa campur tangan sesiapa.

Semoga kita tetap senantiasa bertawakal kepada Allah Ta’ala, sebagaimana tawakal burung yang tak pernah lupa diri. Ia pergi tinggalkan sarang saat pagi hari dan kembali pada sore hari. Dengannya ia merasa cukup dan dihabiskan sisa waktunya bagi kehidupan pribadinya. Maka seberapa lelah bekerja tentu hasil yang di dapat takkan bergeser dari apa yang telah Allah tetapkan kepada para hambanya.

“Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As Sajadah : 17).

Wallahu ‘Alam bii Shawwab.

(ditulis di SMA Future Gate Bekasi, 1 Mei 2013)

Iklan

2 pemikiran pada “Tak Tertutup Kebaikan Seberapa Pun Kita Mengadu

    • betul cak, itu dalam redaksi hadits yang lainnya lagi yg tidak saya sertakan disini, terima kasih atas tambahan manfaat yang dibubuhkan di tulisan sederhana saya. Jazakumullah Khairan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s