Ada Banyak Kebaikan Untuk Ditularkan

Gambar dari: drtamtomo.blogspot.com

Gambar dari: drtamtomo.blogspot.com

Ada banyak kebaikan yang bisa kita tularkan. Jika setiap kehidupan itu adalah sebuah perjalanan, maka tentu setiap perjalanan akan diderai dengan banyak jejak. Seperti itulah kebaikan, sifatnya selalu menjejak dan membekas pada segala sesuatu. Kebaikan adalah episentrum yang tidak pernah punya titik jenuh. Sebab akan selalu dan senantiasa banyak orang-orang yang melakukan kerja-kerja kebaikan.

Seperti itulah hari-hari kita seharusnya, menyibukkan diri dengan sebenar-benarnya kesibukan. Tidak membohongi kesibukan dengan alasan yang semestinya terpaksa disematkan. Berkehendak berbeda dari apa yang dilaksanakan, sehingga berakibat melunturkan kerja-kerja kebaikan yang semestinya akan menuai keberkahan dari apa yang dilakukan.

Siapapun yang pernah membaca sejarah masa keemasan Islam tentu mengenal sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang satu ini, ia adalah Urwah bin Zubair. Sahabat Nabi yang termasuk kedalam 10 fuqaha (ahli fiqh-nya) Kota Madinah. Sahabat Nabi yang mengakrabkan dirinya dengan Al Qur’an sejak masa remajanya. Sahabat Nabi yang jejak kebaikannya dikenal oleh mereka yang saat itu hidup membersamai atau pergi mendahului.

Beliau menjejakkan kebaikan sebagai sosok yang ringan tangan, dermawan, dan memiliki keluasan dalam berbagai hal. Diantaranya ialah manakala ia memiliki sebidang kebun luas di Madinah dengan air sumur tawarnya, rindangnya pepohonan disertai lebatnya. Namun apa yang beliau lakukan? Ia justru membuat pagar untuk mengelilingi kebunnya dari anak-anak usil dan binatang. Hingga tatkala buah telah masak dan membangkitkan selera bagi yang memandangnya, dibukalah pintu sebagai jalan masuk bagi siapapun yang menghendakinya.

Begitulah manusia saat itu, mereka keluar masuk kebun Urwah sambil merasakan lezatnya buah-buahan yang telah masak sesuka hati dan sepuas-puasnya, serta dibolehkan untuk membawa ke rumah masing-masing. Dan tiap kali Urwah masuk di kebunnya yang telah memberikan manfaat bagi banyak orang, ia senantiasa mengulang-ulang firman Allah yang termaktub dalam Al Kahfi di ayat ke 39,

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu,”Masya Allah, laa quwwata illa billah” (Sesungguhnya atas kehendak Allah itu semua terwujud. Tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)…”

Sudah semestinya kita meneladani kebaikan dengan kebaikan. Menyimak perjalanan sosok-sosok yang tak pernah menghitung kebaikan-kebaikan dan tak pernah lelah serta tersibukkan untuk menghitung dari setiap pengerjaan yang dilakukan.

Alangkah indah pesan yang tersampaikan oleh Urwah bin Zubair radhiyallahu ‘anhu, “Wahai putera-puteriku, jika engkau melihat kebaikan pada seseorang maka akuilah itu baik, walaupun dalam pandangan banyak orang dia adalah jahat. Sebab setiap perbuatan baik itu pastilah ada kelanjutannya. Dan jika melihat pada seseorang perbuatan jahat, maka hati-hatilah dalam bersikap walaupun dalam pandangan orang-orang dia adalah orang baik. Sebab setiap perbuatan ada kesinambungannya. Jadi camkanlah, kebaikan akan melahirkan kebaikan setelahnya dan kejahatan menimbulkan kejahatan selanjutnya”

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi kita semua untuk melaksanakan kerja-kerja kebaikan, yang dengan kebaikan-kebaikan perbuatan tersebut akan diletakkan jejak keberkahan bagi kehidupan kita dan orang-orang yang melihat serta turut serta menapaki kebaikan yang kita lakukan.

Wallahu ‘alam bi shawwab

(SMA Future Gate, 4 Februari 2014)

Iklan

Satu pemikiran pada “Ada Banyak Kebaikan Untuk Ditularkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s