Tambahkanlah, Jangan Buat Sekedar Setengah Saja

https://i0.wp.com/b.dryicons.com/images/icon_sets/architecture_blueprint_icons_set/png/512x512/add.png

Hari ini tentu kita patut mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Alexander Graham Bell, atas dedikasinya yang cukup menakjubkan dalam mempertemukan orang diberbagai belahan dunia tanpa harus berjumpa. Ia telah membuat beratus-ratus milyar manusia mungkin saling berkomunikasi melalui perantara teknologi yang kini semakin maju dalam saku dan genggaman kita. Namun, sebagai seorang muslim kita juga harus meyakini dan tak perlu menyanjung berlebihan selain ucapan terima kasih. Sebab, biar bagaimanapun Alexander adalah seorang kafir.

Namun ternyata, Alexander juga menjadi penemu peranti lain yang menjembatani orang-orang dengan kekurangan pada indra pendengarannya. Alexander yang sangat mencintai dunia tumbuh-tumbuhan ini juga menjadi seorang penemu hearing-aid. Sosok yang menginspirasi dirinya menjadi penemu alat tersebut ialah mertuanya sendiri yakni Mabel Gardiner Hubbard seorang yang tuli.

Jadi, darisana mungkin kita bisa belajar bahwa untuk menjadi seseorang yang memiliki kompetensi dan kemampuan melebihi orang-orang pada umum dan biasanya harus ada sosok-sosok yang memaksa kita untuk melebihkan keadaan tanpa diduga dan disadari. Mungkin sudah sekian puluh tahun kita hidup di bumi, sudah cukup banyak mencecapi ujian dan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, dan tentu dari sekian banyak hal tersebut ada yang istimewa dan membahagiakan kita. Dan tentu kita sepakat pula bahwa bahagia adalah bukan hanya sekedar menjadi milik kita, namun bahagia alangkah sangat amat menjadi baik dan berdayaguna apabila bisa dinikmati oleh banyak orang dilingkungan sekitar kita. Tentu hal tersebut mudah bagi yang terbiasa menjalankannya, bagi yang sulit adakalanya dipaksa untuk mampu menghadapinya.

Lantas bagaimana kita bisa menjadikan keterpaksaan menjadi sebuah kebahagiaan? Ialah dengan cara meyakini hati kita bahwa sejatinya kita hanya berjalan diatas takdir yang telah Allah tetapkan, jika keterpaksaan itu adalah takdir yang harus kita ambil, maka bersegeralah memikirkan celah untuk menjadikannya ikhlas. Bukan karena perbuatan tersebut akan tetapi dengan cepat berfikir keterpaksaan ini harus menjadi nilai ibadah bagi diri kita.

Tambahkanlah, tambahkanlah keterpaksaan itu agar sekalian menjadi hal yang tak setengah-setengah dilaksanakannya. Tambahkanlah karena memang biasanya sesuatu yang setengah dan tanggung itu sungguh sangat menggantung. Maka jika kita tak suka dengan keterpaksaan sejatinya yang dipilih ialah bukan sekedar lakukan, akan tetapi ada dua hal yang bisa jadi ditinggalkan atau lebih baik ditambahkan. Seperti Alexander yang tak hanya cukup dengan menemukan telepon saja, akan tetapi juga menemukan alat yang memudahkan orang yang tak bisa mendengar justru bisa mendengar suara yang nun jauh disana. Anda, terlebih anda adalah seorang muslim. Jadilah lebih baik dari Alexander baik terpaksa atau karena sengaja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s