Islam Bicara Soal Gotong-Royong

gambar dari: flickr.com

gambar dari: flickr.com

Manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersuku-suku, berkelompok-kelompok, berlatar belakang beda satu sama lain, dan memiliki ciri khas satu dengan banyak hal lain. Maka dengan demikian, manusia bukanlah makhluk yang mampu hidup sendiri dan bersifat apatis. Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki nilai-nilai interaksi, mempunyai kemampuan saling beradaptasi, dan kekuatan untuk membangun sebuah sinergi. Manusia adalah makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Saling melengkapi dan hidup penuh dalam nuansa kebersamaan. Pada awalnya manusia dalam persatuan sampai datanglah kebencian sehingga merusak nilai-nilai dan hakikat kedamaian dari tengah-tengah manusia itu sendiri.

Karena manusia merupakan makhluk sosial, maka dibutuhkan rasa kerjasama, tenggangrasa dan saling toleransi juga membantu bahu-membahu satu dengan lainnya. Manusia harus hidup bersama dan bergotong royong untuk mencapai tujuan hidupnya di dunia. Sebab secara umum tujuan kehidupan manusia itu, apapun agamanya, sukunya, kelompoknya, dan perbedaan prinsipil lainnya memiliki satu tujuan yaitu kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.

Klik untuk melanjutkan

Bross Crochet, Mau?

Ikut membantu istri saya dalam menjualkan dagangan hasil handmade-nya sendiri. Yakni aneka aksesori terbuat dari rajutan dan bisa juga menggunakan flanel. Brand yang kami coba beri nama Al Fath Craft ini menerima pesanan untuk berbagai perhelatan. Tentunya dengan kesepakatan dan waktu yang tidak instan. Bagi teman yang ingin melihat model dan bentuknya bisa dilihat dibawah ini, maksudnya biar gambar yang berbicara 🙂

biar ada pilihannya lagi, tambahkan gambar lagi nih :

Biar gambar kembali berbicara :

Berminat? Silahkan merapat dengan menghubungi nomor dibawah ini :

0838 636 585 11

PIN BB :

28413DDC

Kami jamin harga terjangkau, motif bisa variasi, warna pun demikian.. Silahkan bagi yang berminat 🙂

Anak Muda Blogosphere Kini

Kemana jejak anak muda itu? Jangan-jangan mereka hanya menjadikan sebuah blog sebagai trend sesaat! Menuliskan banyak ide di awal membuatnya, lalu menghilang dalam banyak komentar berlabel blogwalking, beralasan tidak melakukan update lagi dengan dalih ingin membuat blog menjadi lebih serius atau menjelmakannya menjadi suatu website tersendiri, dan menghilang pergi meninggalkan blog dengan banyak pengunjungnya tertahan rindu menanti tulisan mereka.

klik untuk melanjutkan

Sebuah Analisa Tentang Korelasi Pendidikan Terhadap Pemberdayaan Masyarakat

Analisis Program

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata analisa memiliki persamaan kata dengan analisis. Sedangkan analisis sendiri yang terdiri dari susunan huruf ana·li·sis mempunyai makna, pertama penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); kedua penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan; dalam kimia ialah penyelidikan kimia dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dsb; keempat ialah penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; dan kelima yakni pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.[1] Sedangkan program sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memliki arti yang relevan dalam pembahasan skripsi ini ialah berasal dari suku kata prog·ram n yang bermakna rancangan mengenai asas serta usaha (dl ketatanegaraan, perekonomian, dsb) yang akan dijalankan.[2] klik untuk melanjutkan

Dan Ia Pun Kembali

Suatu ketika William James berkata dalam bukunya Varieties or Religious Experience yang dikutip oleh Fritjof Capra dalam buku populernya The Turning Point:

Kesadaran normal pada waktu kita terjaga, yang kita sebut dengan kesadaran rasional, tiada lain adalah jenis kesadaran khusus, meski menjadi satu tetapi sebenarnya terpisah oleh sekat yang sangat tipis; terdapat bentuk-bentuk kesadaran potensial yang sama sekali berbeda. Kita bisa menembus kehidupan tanpa menyangka keberadaan bentuk-bentuk kesadaran itu; tetapi kita dapat menggunakan rangsangan bersyarat, dan dalam suatu sentuhan muncullah bentuk-bentuk kesadaran itu dengan segala kelengkapannya.

Tidak ada catatan tentang alam semesta dalam totalitasnya yang dapat disebut final tanpa memasukkan bentuk-bentuk kesadaran ini. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana melakukannya…. Bagaimanapun juga, bentuk-bentuk kesadaran itu tidak memungkinkan kita mengakhiri terlalu dini catatan kita tentang realitas.

lanjutkan untuk membaca kisahnya dengan meng-klik

Secarik Surat Dari Rumah Sakit Jiwa

Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Grogol, Senin 11 Rajab 1429 H / 14 Juli 2008. matahari pagi disaat pukul 10.00 WIB menyapa dengan hangatnya. Hari itu merupakan kali kedua dalam jadwal bimbingan rohani pasien saya di RSJ. Setelah pekan lalu sempat mengisi dan tidak terlalu penuh kejutan melainkan penuh dengan deg-degan. Pagi ini saya berangkat sendiri yang biasanya kami bertiga menaiki taksi dari kantor. Para akhwat lebih dahulu berangkat untuk membeli keperluan bagi para pasien. Kami menggunakan sistem halaqoh selama 3 bulan, sebab masih dalam tahap observasi situasi dan kondisi sambil memikirkan konsep kedepannya bimbingan di RSJ tersebut. Pasien RSJ kami perlakukan beda dengan pasien normal di RS reguler lain. Tiap kali akan bimbingan disini, kami pasti membeli perlengkapan dan keperluan konsumsi bagi para pasien yang mengikuti bimbingan (para pasien bilang pengajian). Dalam istilah psikologi dikenal dengan nama reward, serta biasanya akan ada hadiah buku saku pasien untuk pasien yang aktif mengikuti pengajian. teruskan lagi dengan mengklik

Teori Perubahan Masyarakat ( Ferdinand Tonnies )

TEORI PERUBAHAN MASYARAKAT

FERDINAND TONNIES

Oleh

Rizki Aji Hertantyo*

Pendahuluan

Pembahasan kali ini berkisar pada teori perubahan masyarakat, sebuah teori yang dicetuskan oleh seorang sosiolog Jerman, Ferdinand Tonnies. sebenarnya dalam pembahasan ini kami belum memahami persis apakah yang dimaksud dengan teori perubahan masyarakat dalam persepsi Tonnies adalah Gemeinschaft dan Geselschaft atau ada teori lain selain kedua teori tersebut, melainkan di beberapa referensi hanya pembahasan inilah yang kami ketahui. klik untuk melanjutkan